FEB USK Selenggarakan Acara Penutupan Pelatihan Fungsional Perencana Ahli Pertama Batch I Tahun 2026 Dukung SDGs 4, 8, dan 17
Published by Waliam Mursyida on
FEB USK Selenggarakan Acara Penutupan Pelatihan Fungsional Perencana Ahli Pertama Batch I Tahun 2026 Dukung SDGs 4, 8, dan 17
Banda Aceh, 16 Oktober 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Perencanaan Pembangunan (Pusbindiklatren) Bappenas resmi menutup kegiatan Pelatihan Fungsional Perencana Ahli Pertama (FPAP) Batch I Tahun 2026, Jumat (16/10/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak 7 September hingga 16 Oktober 2026 ini bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur dalam bidang perencanaan pembangunan.
Pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pembelajaran daring pada 7–25 September 2026, aktualisasi pembelajaran, serta pembelajaran luring pada 28 September–16 Oktober 2026. Sebelum mengikuti acara penutupan, para peserta terlebih dahulu menjalani ujian kompetensi setelah mempresentasikan hasil aktualisasi pembelajaran di hadapan fasilitator dan penguji pada hari sebelumnya.
Acara penutupan dihadiri oleh perwakilan Pusbindiklatren Bappenas, Feita Puspita Murti, S.E., M.P.A.; perwakilan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Indra; Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA.; Dekan FEB USK, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, beserta jajaran; para fasilitator; tim pelaksana pelatihan; dan seluruh peserta.
25 Peserta Menyelesaikan 279 Jam Pelajaran
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Dekan FEB USK, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, menyampaikan bahwa pelatihan diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari satuan kerja Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi di wilayah Provinsi Aceh.
Selama pelatihan, peserta menempuh total 279 jam pelajaran (JP), yang terdiri atas 88 JP pembelajaran daring, 48 JP aktualisasi pembelajaran, dan 143 JP pembelajaran luring. Rangkaian pembelajaran tersebut mencakup penguatan konsep, penerapan materi, penyusunan laporan aktualisasi, praktik, studi kasus, presentasi, serta evaluasi.
Evaluasi peserta dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kehadiran minimal 90 persen, laporan hasil aktualisasi dengan bobot penilaian 30 persen, presentasi individual hasil aktualisasi dengan bobot 50 persen, serta tes tertulis pilihan ganda dengan bobot 20 persen.
Berdasarkan hasil penilaian penguasaan materi yang disampaikan dalam laporan pelaksanaan, nilai rata-rata peserta mencapai 91,60, dengan nilai tertinggi 93,40 dan nilai terendah 89,67. Seluruh nilai tersebut berada di atas batas kelulusan penguasaan materi sebesar 70,00 sehingga seluruh peserta memenuhi persyaratan untuk mengikuti uji kompetensi.
Adapun tiga peserta dengan nilai penguasaan materi tertinggi adalah Bima Wiranata, S.A.P., dari Kejaksaan Negeri Nagan Raya dengan nilai 97,59; Fadillah Aulia Fenika, S.E., dari Kejaksaan Negeri Bener Meriah dengan nilai 97,31; serta Indzar Putri Madinah, S.E., dari Kejaksaan Negeri Lhokseumawe dengan nilai 97,12. Peringkat tersebut didasarkan pada penguasaan materi dan belum mencakup hasil uji kompetensi.
Pada kesempatan tersebut, Dekan FEB USK menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan di instansi masing-masing. Ia juga berharap kerja sama antara Kejaksaan Agung RI, Pusbindiklatren Bappenas, dan FEB USK dapat terus berlanjut pada masa mendatang.
Wakil Rektor Bidang Akademik USK Harapkan Kompetensi Peserta Diterapkan di Instansi
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada USK sebagai tempat pelaksanaan pelatihan. Ia berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut melalui penyelenggaraan pelatihan pada angkatan berikutnya.
Menurutnya, meskipun berlangsung dalam waktu yang terbatas, pelatihan ini telah menjadi ruang pembelajaran sekaligus membangun jejaring antarpeserta. Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas perencanaan di instansi masing-masing.
“Jika kita tidak merencanakan dengan baik, maka kita sedang merencanakan kegagalan,” ujarnya, menekankan pentingnya perencanaan dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Ia juga berharap para alumni pelatihan dapat diberdayakan secara optimal oleh instansi masing-masing agar kompetensi yang telah diperoleh memberikan manfaat nyata. Selain itu, Prof. Heru membuka peluang bagi para peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor di USK, khususnya melalui program studi yang tersedia di FEB USK.
Peserta Tekankan Pentingnya Perencanaan Berbasis Data dan Integritas
Perwakilan peserta, Fadillah Aulia Fenika, S.E., dari Kejaksaan Negeri Bener Meriah, menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, fasilitator, dan seluruh pihak yang telah memberikan ilmu, arahan, serta fasilitas selama pelatihan. Ia menilai setiap materi, evaluasi, dan masukan yang diberikan menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi peserta sebagai perencana.
Menurutnya, tugas seorang perencana tidak hanya sebatas menyusun dokumen, tetapi juga menerjemahkan visi, misi, dan tujuan organisasi ke dalam program yang terarah, terukur, efektif, serta memberikan manfaat nyata.
Ia menambahkan bahwa perencanaan yang berkualitas membutuhkan ketajaman analisis, pemikiran strategis, pemahaman terhadap data, dan keselarasan antara target kinerja dengan pelaksanaan program. Pengalaman belajar bersama peserta dari berbagai satuan kerja juga memperkaya perspektif dan membuka kesempatan untuk saling berbagi praktik.
Ia berharap para peserta dapat menjadi bagian dari solusi di lingkungan kerja masing-masing, terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi terhadap perubahan, menyampaikan rekomendasi berbasis data, serta menjaga integritas dalam setiap proses perencanaan.
Senada dengan itu, Bima Wiranata, S.A.P., dari Kejaksaan Negeri Nagan Raya, turut menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara dan para pemateri atas ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama pelatihan. Ia berharap FEB USK dapat kembali menjadi tempat penyelenggaraan pelatihan perencana pada kesempatan mendatang.
Pusbindiklatren Bappenas Tekankan Penerapan Hasil Pelatihan
Dalam sambutan sekaligus penutupan resmi kegiatan, perwakilan Pusbindiklatren Bappenas, Feita Puspita Murti, S.E., M.P.A., menegaskan bahwa berakhirnya pelatihan bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Kompetensi sebagai perencana profesional harus terus dikembangkan dan diterapkan ketika peserta kembali ke instansi masing-masing.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak semata-mata ditujukan untuk memenuhi persyaratan administratif atau memperoleh sertifikat, tetapi untuk membentuk perencana yang mampu mengidentifikasi persoalan organisasi, menganalisis kebutuhan, merumuskan rekomendasi, menyusun alternatif kebijakan, serta menjaga keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi.
Kompetensi tersebut dinilai penting bagi lingkungan Kejaksaan Agung RI sebagai bagian dari sistem pemerintahan dan pembangunan nasional. Karena itu, perencanaan perlu disusun secara terukur, berbasis kebutuhan organisasi, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Feita juga menyampaikan tiga pesan yang dititipkan oleh Kepala Pusbindiklatren Bappenas kepada para peserta. Pertama, membiasakan penggunaan data dan bukti dalam setiap proses perencanaan. Kedua, menjaga hubungan yang logis antara permasalahan, kebijakan, program, dan hasil yang ingin dicapai. Ketiga, menjadi perencana yang tidak hanya mampu menyusun dokumen, tetapi juga menghasilkan analisis dan alternatif solusi bagi pimpinan.
Ia turut menekankan bahwa hasil aktualisasi pembelajaran diharapkan tidak berhenti sebagai tugas akhir pelatihan, melainkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki proses kerja dan menyelesaikan persoalan nyata di instansi masing-masing. Keberhasilan pelatihan tidak hanya dilihat dari kelulusan peserta, tetapi juga dari penerapan hasil pembelajaran dalam meningkatkan kualitas perencanaan.
Pada akhir sambutannya, Feita menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung RI, Universitas Syiah Kuala, FEB USK, para fasilitator, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan. Ia juga mengajak para alumni untuk menjaga jejaring profesional dan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan kerja agar manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas oleh organisasi.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh peserta serta tamu undangan.
Pelaksanaan Pelatihan Fungsional Perencana Ahli Pertama Batch I Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang perencanaan pembangunan. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kompetensi dan pembelajaran profesional; SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan keterampilan dan profesionalisme aparatur untuk mendukung produktivitas serta kinerja organisasi; dan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerja sama antara Kejaksaan Agung RI, Pusbindiklatren Bappenas, dan FEB USK.