Sinergi LPM dan SJMF FEB USK Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Menuju Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)
Published by Waliam Mursyida on
Sinergi LPM dan SJMF FEB USK Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Menuju Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)
Banda Aceh — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menggelar Rapat Koordinasi antara Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Satuan Jaminan Mutu Fakultas (SJMF) yang berlangsung di Ruang Diklat FEB USK pada Jumat (10/10).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris LPM USK, Kepala Pusat LPM USK, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB USK, serta para Ketua SJMF di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 09.30 WIB ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta merumuskan langkah strategis percepatan akreditasi, baik di tingkat program studi maupun perguruan tinggi. Upaya ini sejalan dengan komitmen FEB USK dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu akademik, tata kelola, dan budaya kualitas berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai isu penting terkait penguatan budaya mutu dan kesiapan fakultas dalam menghadapi skema akreditasi perguruan tinggi yang kini dibedakan menjadi dua kategori, yakni terakreditasi dan tidak terakreditasi. Sementara itu, untuk program studi, skema akreditasi mencakup BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).
Pihak LPM USK menjelaskan sistem informasi akreditasi BAN-PT yang telah terintegrasi melalui SAPTO, di mana data kuantitatif diambil langsung dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), sedangkan data kualitatif mencakup aspek tata kelola serta pelaksanaan SPMI. Selain itu, berbagai sistem informasi seperti SISTER, BIMA, SINTA, dan SIMKATMAWA juga turut berperan penting dalam proses verifikasi dan penilaian mutu akademik.
Melalui rapat ini, ditegaskan kembali pentingnya kelengkapan data dosen homebase dan status akreditasi, khususnya bagi program studi baru sebagai bagian dari proses akreditasi institusi. Selain itu, peserta rapat juga menekankan perlunya kegiatan benchmarking baik di lingkungan internal USK maupun dengan universitas lain sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya mutu dan mencapai akreditasi unggul.
Upaya penguatan budaya mutu ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian SDGs ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dan sinergi antara lembaga dan satuan penjaminan mutu di tingkat universitas dan fakultas.