Prof. Dr. Mirza Tabrani Resmi Dilantik sebagai Rektor USK Periode 2026–2031
Published by Waliam Mursyida on
Prof. Dr. Mirza Tabrani Resmi Dilantik sebagai Rektor USK Periode 2026–2031
Banda Aceh – Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Dr. Safrizal ZA, M.Si., di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Senin (9/3/2026).
Dalam sambutannya, Ketua MWA USK Dr. Safrizal ZA menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Mirza Tabrani atas amanah baru yang diberikan untuk memimpin Universitas Syiah Kuala lima tahun ke depan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Marwan, atas dedikasi dan kepemimpinannya selama periode 2022–2026.
Menurut Safrizal, kepemimpinan Prof. Marwan telah berhasil meletakkan fondasi yang kuat dalam masa transisi USK menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Safrizal juga mengungkapkan rasa syukurnya karena proses pemilihan Rektor USK dapat berlangsung dengan lancar, damai, dan penuh kebersamaan. Ia menilai hal tersebut menjadi sejarah yang membanggakan bagi seluruh sivitas akademika universitas.
Pada kesempatan itu, Safrizal turut mengingatkan kembali semangat para pendiri Universitas Syiah Kuala di masa lalu. Nama “Syiah Kuala” dipilih untuk menegaskan bahwa universitas ini merupakan kelanjutan dari tradisi keilmuan yang telah lama berkembang di Aceh, yang memadukan nilai-nilai keimanan, ilmu pengetahuan, kearifan lokal, serta semangat universal.
“USK sering disebut sebagai Jantung Hatinya Rakyat Aceh. Artinya, denyut kehidupan universitas ini harus sejalan dengan denyut kehidupan masyarakat Aceh, sehingga kemajuan kampus dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah,” ujarnya.
Safrizal juga menekankan bahwa kepemimpinan USK ke depan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Rektor diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan akademik, tata kelola yang profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika perubahan global yang semakin cepat.
Pada acara pelantikan tersebut, turut hadir Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Ir. Khairul Munadi, S.T., yang membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Universitas Syiah Kuala memiliki peran strategis sebagai perguruan tinggi terbesar di Aceh sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah barat Indonesia.
Menurutnya, kemajuan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan tinggi. Universitas diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, serta memiliki kemampuan inovatif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
“Jika perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan inovatif, maka daerah akan berkembang. Namun jika pendidikan tinggi stagnan, maka pembangunan juga akan berjalan lambat,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Dalam konteks pembangunan Aceh, USK diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan strategis, mulai dari pembangunan ekonomi daerah, penguatan sektor kelautan, pengembangan industri kreatif, hingga mitigasi bencana berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Prof. Mirza Tabrani sendiri merupakan putra daerah Aceh yang lahir di Banda Aceh. Ia menyelesaikan pendidikan magister dan doktoralnya di Universiti Kebangsaan Malaysia. Sebelum menjabat sebagai Rektor, Guru Besar USK ini juga pernah menduduki berbagai posisi strategis, di antaranya sebagai Komisaris Independen PT Bank Aceh Syariah.
Bagi sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sosok Prof. Mirza Tabrani tentu tidak asing. Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala pada periode 2013–2017, dan berkontribusi dalam pengembangan berbagai program akademik di fakultas tersebut.
Dalam visinya, Prof. Mirza Tabrani bertekad membawa Universitas Syiah Kuala menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, berdampak global, dan berkelanjutan pada tahun 2031. Visi ini menekankan pentingnya tata kelola universitas yang profesional, akuntabel, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain itu, ia juga menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan USK agar mampu berkiprah di tingkat global serta menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainability) dalam setiap aspek pengelolaan universitas.
Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, pelantikan ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat kontribusi dalam mendukung visi besar universitas, khususnya dalam pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis yang berdampak bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Kepemimpinan baru ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran USK sebagai pusat pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sumber:
Universitas Syiah Kuala. “Prof. Dr. Mirza Tabrani Resmi Menjadi Rektor Baru USK.”